Ctrl+Shft+Del

Kadang ada bagusnya juga ngga tau apa-apa… Karena ingatan manusia bukan seperti RAM di hape yang bisa di clean up kapan aja. Lebih baik ngga tau, ngga perlu tau. Juga jangan cari tau. Karena sekali tau, dan ketika itu ternyata ngga seperti yang diharap, yang ada malah kecewa. Jadi ironis, ketika kita tau dan ga bisa ngelakuin apa-apa untuk merubahnya.

Continue reading “Ctrl+Shft+Del”

Advertisements

Cemilan paling biadabsss!!!

Iseng-iseng keingat dengan masa lalu. Hais… Masa ketika Opera masih punya blog dan gue sempat merasakan jadi selebritis disana… Aaaaak!!! Tapi serius, ngeblog di My Opera dulu pernah sangat seru, dengan traffic pernah sangat tinggi dan interaksi komunitas yang pernah sangat aktif. So, ini salah satu postingan lama gue, yang tentunya udah gue edit menyesuaikan perkembangan jaman. Rilis juga di Kompasiana, dan masih ada,

Continue reading “Cemilan paling biadabsss!!!”

DIY; Powerbank via Smartphone

Secanggih-canggihnya gadget, pada akhirnya rusak juga… Itu yang saya alami beberapa bulan lalu, lagi asik streaming YouTube tiba-tiba hape yang saya pake matot (mati total). Biaya benerin hape kadang lebih mahal ketimbang biaya berobat. Tapi ada beberapa hal yang bikin kita terpaksa ngeluarin duit lumayan banyak demi sesuatu yang dinamakan data. Dan ketika hape itu berhasil hidup tapi udah ngga kepake, what will you do? Jadikan powerbank.

Continue reading “DIY; Powerbank via Smartphone”

Kenang-kenangan, buat kamu disana

Dari jaman pertama kali ngerti duit, saya lebih melihat hari Valentine sebagai momen buat nebelin dompet. Pake duit tentunya… Waktu itu saya masih cupu, anak SMA. Modal karton tebal dan bahan agak bekas lainnya, saya bikin dan jualan kartu ucapan. Dulu mah laku banget… Jaman yang make hape bisa dihitung jari. Jual bunga juga, turun ke jalan. Serius.

Continue reading “Kenang-kenangan, buat kamu disana”

Wish you were here

Sampai sekarang, gue kadang bingung kenapa mayoritas judul tulisan gue lebih sering make bahasa Inggris, dan lebih sering lagi nyomot judul lagu atau quote yang berserakan diluar sana. Ngga disini, ngga disana… Maybe ’cause it is just simple, or maybe I can hide something inside or another maybe.

Wish you were here; kalimat standar orang yang kasmaran atau kangen dengan apa aja siapa aja. Bulan November mungkin jadi salah satu bulan paling melankolis selain Februari yang… Sorry to say, mengutip dari Efek Rumah Kaca; soal cinta melulu. Roman picisan kalo kata Dhani. Meski benernya gue juga pernah memanfaatkan momen cinta-cintaan itu jaman dahulu kala… Jualan kembang dan kartu ucapan untuk para pasangan kasmaran. Lumayan, ketimbang lu-manyun.

Setengah ati gue pengen pulang kerumah tadi subuh. Mumpung long weekend, plus udah ijin juga ke beberapa layer atasan. Tapi yang ada malah tidur lagi… Bangun-bangun udah jam 7 pagi, nanggung, mending ke kantor aja sekalian. Hari terakhir di November 2017 yang berasa kayak akhir tahun; kantor masih sepi sampe jam 10 pagi, dan udah sepi lagi sebelum jam 5 sore.

Soal gue mo pulang kemana, gue cuma ngikutin mood aja… Like they always ask, like it’s a FAQ in my life; where is my home? Karena yang mereka tau, yang (menyebut dirinya) jadi teman-teman gue, taunya rumah gue di Balikpapan. Yes, I was born and grown there. But a birth place isn’t always a hometown. Even sometime, some people don’t like to face the truth that they’re a part of that place called hometown.

Gue lebih suka menyebut ‘Surabaya is my hometown’. Bukan gegara selembar kaos kedodoran yang dikasih seorang mantan manager yang bertuliskan statement itu. Toh akhirnya kaos itu gue permak jadi slim fit, tapi malah ngga muat setelah gue sadar kalo badan gue ternyata udah ngga selangsing dulu. Somehow, I could call Surabaya is my hometown ’cause I used to live in that damn hot city for around a decade, more than a jancuk’s gimmick.

Tadinya gue pengen pulang ke Pekalongan. Kota kelahiran almarhum bapak. Bukan… Bukan buat ziarah. It’s enough. Karena tahun lalu ketika gue pulang dan berusaha nyari makam beliau, gak ketemu. Sepele… Bapak gue pernah bilang kalo yang udah ya udah. Jangan memberhalakan sebuah makam, dan ngga perlu datang ke makam kalo cuma untuk berdoa. Sometime memory is a pain, something can not erase. He doesn’t even put his name on his gravestone.

Ke Balikpapan pun sama… Terakhir gue pulang, gue ngga lagi ke makam almarhum ibu gue. Let it be, past is passed and it was. Ingatan itu kadang menyiksa. Seperti November ini ketika gue ingat almarhum ibu gue dibawa ke rumah sakit, the first leave when I knew that she wont comeback home for real. Let it be. Tears are now useless.

Wish you were here. Bukan berarti gue ngga pernah kangen… Lebih dari itu; udah insting manusia mencari subtitute dari apa yang pernah ada sebelumnya. But somehow, sometime memory is a pain that can not erase. Otak kita bukan hard drive yang bisa diformat, and our live has no ctrl+z to bring it back or ctrl+alt+del to remove all clearly. Kita cuma bisa mengagumi mesin waktu dan pintu kemana aja milik Doraemon, dengan fakta kalo itu ngga nyata.

Salah satu episode Doraemon paling sedih yang pernah gue tonton; ketika Nobita kangen dengan neneknya, kemudian maksa Doraemon berkunjung ke masa lalunya. To me, that was so sad. Lebih sedih ketimbang hubungan Kudo Shinichi dan Mouri Ran yang tiap hari bareng tapi salah satunya ngga bisa ngomong kalo dia selalu ada. Namaewa; Edogawa Conan, tantei san.

Tapi kita bisa belajar dari itu; hal sepele yang bagi banyak orang cuma hiburan, ngga lebih dari anime, shonen story. Jadi pelindung buat siapapun yang kita sayangi tanpa perlu show off. Love in a silence, an invisible guardian angel.

Long weekend, hari terakhir November 2017. Gue bahkan gak masang lagu wajib itu di playlist Spotify gue ataupun streaming videonya di YouTube sepanjang bulan ini. It is rainy all day. It’s not a sad day, even it might be a lonely holiday without you. How come I summon the people which already gone, who just leave a memory. Bitter sweet, a silent wish in every pray.

Dalam ingatan gue, jalan-jalan di kota kelahiran gue masih terbayang jelas, dengan aspal hot mix standar sirkuit yang tengah malam dibersihkan dengan semprotan air. Wanna see that? Please come to my hometown, and take a walk in midnight to find that around the street near airport. Enjoy the seaside downtown.

So, meski gue sendiri ngga paham kenapa mayoritas judul tulisan gue berbahasa Inggris, life goes on. Let it be. It’s a long weekend. Not a sad day even it might be a lonely holiday without you.

__________
Selatan Jakarta, 30 November 2017