It Was So Nice To Be With You

Dulu, sepanjang akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2010, saya pernah menghabiskan berjam-jam, belasan bahkan puluhan jam didalam ‘smoking lounge’ Urgent24, yang dulu bernama Urgent Store. Sebuah warnet dengan konsep self service yang terintegrasi dengan minimarket, khusus akses internet dan sub kegiatannya, tanpa diganggu oleh ‘game online’.

Sebuah pelarian. That’s all. Menulis catatan harian di Facebook, sepulang dari rumah teman atau ketika malas pulang setelah sesi pemotretan dari pagi sampai malam. Tapi itu dulu… Waktu di Surabaya, ketika saya belum punya ponsel. Hari gini ngga punya hape?! Ya maaf… Dulu saya memang tidak punya ponsel sendiri. Semua pemberian dari beberapa teman dekat.

Lalu kembali ke Balikpapan, mulai mencari tempat baru untuk bicara lewat tulisan. Kalau saya tidak bisa ‘ngomong’, masalah buat lu?! Siapa elu?!!! Lagian, saya mau bicara dengan siapa juga… Tidak semua teman bisa menerima apa yang akan diceritakan temannya. Trust me, I’m a writer. I’ve been writing since years ago, before social media and blogging become popular as now.

Sampai akhirnya saya mendapat tawaran dari seorang teman dekat untuk mempublikasikan tulisan-tulisan saya disebuah blog. Bukan blog gratisan. A self hosting blog, tanpa embel-embel nama domain penyedia blog seperti WordPress atau Blogspot. Bayar? Tentu saja… Tapi tugas saya cuma menulis, kirim via email ke teman yang menjadi admin. Dia juga yang bayar. Serasa jaman kuliah waktu mau mempublikasikan tulisan kedalam majalah kampus.

But it was a short romance. Saya masih terlalu buta soal blogging dengan self hosting. Dan akhirnya saya mulai menulis dan repost koleksi tulisan saya disebuah blog gratisan, My Opera. 3 Maret 2012, itu posting pertama saya, meski saya sudah jadi member Opera sejak Juni 2010. Menyusul Kompasiana tepat 1 April 2012, dan langsung memverifikasikan diri.

Apa serunya ‘ngomong sama tembok’, mengingat saya tidak pernah tahu pasti siapa-siapa saja yang membaca tulisan-tulisan saya, yang sebagian meledak-ledak penuh emosi, kadang ‘gothic’, tapi lebih sering terkesan tolol… Seperti mempertanyakan bentuk telor dan harga ayam goreng disebuah ‘fast food’ yang bisa mahal.

Juga beberapa tulisan kontroversi, meski tidak seberbahaya beberapa foto yang pernah saya posting di blog foto Kompas online, yang akhirnya dimuat di Kompas cetak dan sempat membuat saya kehilangan beberapa kontrak sesi pemotretan. It was… A journalist’s insting sometime act out of mainstream. Mengabadikan detail momen kecelakaan adalah naluri pertama sebelum menolong korban. It’s an insting you can not hide.

Skip. Lupakan. Saya bukan fotografer. Itu cuma kebetulan… Kebetulan teman-teman saya fotografer, dan kebetulan juga saya jadi asisten fotografer saat itu.

Beberapa hari yang lalu, saya dapat kabar, tepatnya pengumuman dari moderator di My Opera forum. My Opera will be shut down… Sekitar medio Maret 2014 nanti, 4 bulan kedepan. Waktu yang cukup untuk ‘menyelamatkan’ semua harta berharga yang sudah diposting ke My Opera blog bagi setiap anggota. Ada dua pilihan; back up atau import. Pilihan yang lebih baik dari Koprol waktu menjelang ‘shut down’ September 2012 lalu.

Tiba-tiba saya merasa kehilangan. Tiba-tiba saya merasa sangat sedih. Tiba-tiba saya merasa kalau ternyata saya memang sendiri… I have no one to tell but my blogsite. All my personal senses, all my opinions, all my dreams, all my stories. All soon will disappear. Saya lebih rela kehilangan teman yang sudah terlalu lama tidak saling berinteraksi ketimbang harus kehilangan tempat bercerita tanpa rasisme dan diskriminasi.

I’d like to live online. My cellphone is always online, my mobile internet is always online, my email is always online. I know whenever you put your words on every post I posted on Facebook, soon after you write it. It doesn’t matter if you decide to delete, I already know what you’ve posted. And I like it… Knowing what happen on mine without logging in.

Tapi ini bukan soal Facebook. Sejak sekitar 1-2 tahun yang lalu, saya sudah memutuskan untuk tidak mau terlalu aktif di Facebook. Tapi ya, I always online. I just post from the other place(s). Saya lebih suka menghabiskan waktu online saya untuk melihat blog saya, blog gratisan di My Opera. Kenapa? Karena tidak ada yang saya kenal disana… Tiba-tiba saja ‘traffic’ pengunjungnya bertambah dan bertambah. Who are they? I never know.

Memang tidak berakhir begitu saja… Masih ada waktu sekitar 4 bulan untuk ‘menyelamatkan’ semua isi blog, atau memindahkannya ketempat lain. But it’s not as simple when you have too many contents. Memindahkannya ke blog lain, seperti WordPress… Bisa. Toh saya juga punya akun dan blog di WordPress, meski dalam 3 tahun terakhir ini cuma berisi 3 konten. Atau ‘back up’ semua dan mulai lagi dari nol… It doesn’t matter.

Tapi rasanya tetap saja kehilangan. Seperti kehilangan seorang teman terbaik. Seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Bagaimana tidak berharga kalau ditempat itu saya bisa bercerita banyak hal sebebasnya, tanpa interupsi dan tanpa perlu membuat lawan bicara saya menjadi bosan. Tidak semua orang bisa menjadi ‘native listener’, karena itu saya lebih suka menulis. You can not interupt the process but leave comment after it’s published.

It was so nice to be with you. Yes, it was the real freedom for telling all my stories without waiting. Anytime, anywhere. But it’s time to move… Joking on another place, telling my another story with free with no worry.

Saya memang tidak pernah terlalu suka ketika harus bercerita secara lisan. Tidak semua orang bisa mendengar… Saya lebih suka tidak mengenal siapa yang datang, come to visit to read my writing(s). I do not care. All what I do is talking to myself, to no one I know. And blogging is my way, as an analyst, as an audience, and as a joker of my own.

It was so nice to be with you… And now you’re diying. Nothing we can do but save ourself and looking for another place. So goodbye but it’s not the end.

_____
Balikpapan, 6 November 2013, senja.
Silent with coffee and smoke.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s