Bloody Romantic

image

[STOCK]

With no prologue, from my diary.

Dy, masih ingat waktu itu?
Waktu ketika aku tidak pernah mengenal kamu,
pun kamu tak pernah mengenal aku.
Waktu…
Sebelum kita pernah bertemu.
Waktu yang akhirnya menjadikan cinta ada meski terpaksa.

Tapi, Dy…
Keterpaksaan kadang menyenangkan.
Mengenangkan drama percintaan atas sebuah kontrak,
mengenangkan semua yang tidak sempat terjadi…
Seperti harusnya terjadi.
Aku mengenangmu disela alpaku tentang rasa.
Bukan karena terpaksa.

Meski sudah bukan keindahan, Dy…
Entah kenapa yang usang masih saja berkesan,
seperti ‘Roman Picisan’ pernah aku kirimkan dalam hujan dan gelap malam.

Apa aku pernah melihatmu dalam terang, Dy?
Bukankah kita selalu bertemu saat malam…
Menjemputmu dalam gelap dan diam dibawah lampu-lampu jalan temaram.

….
….
….
(edited)

Dy..
Aku tidak lagi merindukanmu seperti dulu.
Tidak lagi menunggu ditepi pantai,
seperti malam setelah yang sudah.
Tidak lagi merayakan pertemuan dan perpisahan.
Aku bahkan tidak lagi ingat kapan semua pernah ada.

Tidak lagi melewati jalan panjang sepi seperti pernah kita lewati…
Tanpa hembusan angin laut dan debur ombaknya,
tanpa sedih dan derai air mata.

….
….
….
(edited)

Aku mengenangmu, Dy…
Lekat dalam benak meski tanpa hasrat,
bersama bayang buram yang mengambang.

_____
29 April 2008 – 10am
(Belong to Mju)

17 September 2009, Edited
16 November 2013, Revited

Posted from WordPress for Android
via Xperia™ smartphone from Sony®
powered by sinyal kuat Indosat®

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s