Untitled

image

Originally posted on Facebook (removed)
Friday, 14 May 2010 at 04:18

Originally Untitled
(better untitled)

Awal Maret sepuluh tahun lalu,
aku melihatmu lalu membeku.
Sepuluh tahun kemudian…
Sekarang lewat dua bulan.

Seharusnya aku mencintaimu lebih,
dan lebih…

Mengenangmu dalam diam yang tenang,
bersama seribu bintang.
Seperti sebuah lagu pernah kuberikan,
tidak lagi kunyanyikan.

Dan memang begitu.
Memang seperti itu.

Mungkin aku mencintaimu,
seperti satu bintang paling terang,
meredup kadang menghilang dari kejauhan.
Sekedar samar diliputi awan,
selalu pasti seperti setiap malam.

Seharusnya aku mencintaimu…
Lebih dan lebih.
Tidak sekedar mengenang diam…
membeku tidak tercairkan.

Sepuluh tahun lalu sejak Maret waktu itu,
aku tidak lagi melihatmu.
Tapi masih terpaku.

Aku,
bukan kadang merindukanmu,
dalam hilang tenggelam perasaan.
Mengambang.

Aku,
tidak kadang merindukanmu.
Tapi selalu.

Dan memang begitu.
Memang seperti itu.

Aku melihatmu di awal Maret sepuluh tahun lalu,
bersama ketidaksengajaanku jatuh hati kepadamu.
Lalu terpaku.

Sepuluh tahun kemudian,
sekarang.

_____
(revited)
14 Mei 2010
13 November 2013
Belong to Mju

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s