I Should Leave You Walk Alone: Main Course (Revisi)

image

[STOCK]

I SHOULD LEAVE YOU WALK ALONE
MAIN COURSE
(reduced)
(revited)
2007/2013

Terima kasih untuk kepahitan hitam pernah kau berikan,
menenggelamkan perasan terhampakan.

Terima kasih untuk dusta nestapa,
haruan biru rasa nelangsa.

Harusnya kau biarkan aku sendirian…

Harusnya kau lepaskan aku tenggelam,
hanyut dalam deras arus perasaan menuju palung terpendam.

Bercengkrama dengan kalut semerah amarah…

Ingatan adalah kebodohan!
Satu tersiakan terabaikan tercampakkan.
Mengingatmu adalah kebodohan tak termaafkan!

Tidak ada tempat bagi mereka yang tidak punya sikap!!!

Harusnya kau biarkan aku sendirian…
Harusnya kubiarkan kau sendirian!

Seperti pernah secara tiba-tiba kau menghilang,
sembunyi dari pandangan terelakkan.

Aku mengemis…
Meminta dengan teramat sungguh.
Sedikit saja waktu untuk ada,
satu kehadiran fana sementara saja.

Harusnya kubiarkan kau sendirian…
Seperti pernah kau biarkan aku terbuang terlupakan.

Aku tidak menyimpan rasa kasihan sepertimu yang cuma melemahkan…
Totalitas loyalitas tersiakan!
Harusnya aku biarkan kau sendirian…

Tidak peduli tangis derai air mata dan pilu perasaan…
Aku tidak menyimpan perasaan kasihan sepertimu.

Pelacur kehidupan…
Mati kau jalang!!!
Persetan perasaan.

_____
20 April 2009, senja, Siwalankerto 76, Surabaya.
6 Agustus 2009, edit, Kranggan, Surabaya.
16 November 2013, revisi, Balikpapan, in my urban slum village.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s