Memo buat Tuhan

*Memo buat Tuhan*
(draft)
_____
Originally posted on Google+ (public availability)
http://google.com/+djatmikoxv/

Dear, God…
Apa kabar?
Tapi sepertinya cuma manusia bodoh yang menanyakan kabar kepada Tuhan.
Bukankah Dia maha segala,
Termasuk maha mengetahui.
Bahkan Dia tahu apa yang belum aku tanyakan.

Dan aku memang bodoh…
Karena itu aku bertanya.

Kenapa Kau tidak ada di Facebook?
Tidak ada di Twitter,
Tidak di Instagram,
Tidak juga di Foursquare,
Dan tidak ada di tempat-tempat lain dimana kami sering berdoa…
Dimana kami sering menuliskan kalimat-kalimat harapan yang tidak tertahan dalam hati,
Sehingga kami sampai harus menumpahkannya di semua media sosial.

Dear, God…
Kalau Kau ada di Facebook,
Beri aku petunjuk.
Biar aku bisa menjadikanMu temanku,
Atau biar aku bisa ‘like’ page-Mu,
Atau biar aku bisa ‘join’ grup-Mu.
Biar semua orang tahu kalau aku dekat denganMu.
Biar semua orang tahu kalau aku percaya kepadaMu.

Dear, God…
Kalau kau ada di Twitter,
Beri aku petunjuk.
Biar aku bisa mengikutimu,
Menjadi ‘follower’mu.
Biar aku bisa ‘mention’ namaMu setiap kali aku berdoa,
Agar aku bisa ‘retweet’ apa yang Kau katakan,
Biar semua orang tahu kalau aku adalah pengikutMu.
Biar semua orang tahu kalau aku selalu menyebut namaMu.

Dear, God…
Kalau Kau ada di Foursquare, Instagram dan lainnya,
Beri aku petunjuk…
Biar semua orang tahu kalau aku ‘check-in’ dirumahMu,
Biar semua orang tahu kalau aku pergi ketempat-tempat yang Kau berkati.
Biar Kau bisa lihat foto dan video hari-hariku di Instagram,
Sehingga orang-orang tahu bahwa aku selalu mengingatMu.

Atau mungkin Kau berkenan ‘posting’ gambar atau video surga dan neraka di Instagram…
Atau mungkin Kau berkenan memberi pengumuman di Facabook kapan kiamat akan datang…
Atau mungkin Kau bermurah hati ‘mention’ namaku di Twitter saat aku melakukan kesalahan.
Atau mungkin Kau segera menghampiriku saat melihat aku ‘check-in’ di Foursquare.

Dear, God…
Berapa nomor telponMu?
Biar aku bisa langsung menelponMu,
Atau mungkin aku bisa mengadu lewat SMS,
Atau mengirimkan gambar lewat MMS.
Atau mungkin Kau punya waktu untuk sedikit ‘chatting’ di WhatsApp…

Dear, God…
Aku tidak menggunakan BlackBerry Messenger,
Karena aku tidak yakin Kau akan sempat membaca semua broadcast disana.
Atau mungkin kau menggunakan iPhone dan iPad,
Dan sedang meng’upload’ perintah-perintahMu di iTunes,
Sehingga orang-orang beriman dapat men’downloadnya’ seharga $0.99 per perintah…
Atau mungkin aku harus ‘streaming’ ayat-ayatmu di Last FM,
Menonton bagaimana Kau menciptakan dan mengakhiri kehidupan di YouTube…

Dear, God…
Apakah Kau mendengarku…
Mungkin melalui kabel atau nirkabel,
Dengan seperangkat headset Beats atau Sennheiser,
Dengan koneksi BlueTooth atau NFC tingkat tinggi dari bumi ke langit ketujuh.
Atau mungkin aku perlu ‘subscribe’ lewat email terlebih dulu…

Dear, God…
Aku mengaku sebagai hambaMu,
MempercayaiMu.
Tapi mereka menuduh aku atheist yang tidak mengakuiMu.
Karena aku tidak berdoa di Facebook,
Tidak pernah ‘mention’ namaMu di Twitter,
Tidak pernah posting gambarMu di Instagram,
Juga tidak pernah ‘chek-in’ dirumahMu lewat Foursquare.

Aku terlalu pendiam…
Aku selalu menyimpannya dalam hati saja.

_____
Balikpapan, 19 Januari 2014

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s