Replace You (Memoar)

image

Menulis memang jauh lebih mudah bagi saya, ketimbang bicara lisan. Sama halnya seperti saya lebih suka mendengar ketimbang menonton. Seperti slogan salah satu penyedia asuransi, karena hanya dengan mendengarkan kita bisa lebih memahami. Juga prinsip dasar dalam dunia siaran radio, theater of mind. Those all my way to tell my story.


Senin (4/11), pagi setelah mandi, saya menyempatkan untuk mengunjungi blog saya di My Opera. Ada notifikasi, langsung saya lihat… My Opera will shut down. Itu yang masih terngiang-ngiang di benak saya sampai sekarang. Tidak menduga kalau My Opera akan bernasib sama seperti Koprol setahun yang lalu. Kenapa? Saya tidak tahu alasannya.

Ada 2 opsi yang diberikan moderator di forum yang membahas berita itu; import to another blog or back up. Saya sudah mencoba yang pertama, gagal. Mungkin karena saya mencoba mengimpor isi blog saya dari ponsel. Melalui Opera Mini tidak bisa, lewat Google Chrome juga gagal. Belum saya back up. Saya masih mau menikmati sisa waktu 4 bulan ini… Melihat apa yang sudah dan pernah saya posting.

Sebelum semua itu terjadi, saya lebih suka menghilangkan diri terlebih dahulu… Membatasi siapa saja yang bisa mengakses arsip tulisan saya selama 19 bulan terakhir. Itu berarti saya harus membaca satu persatu tulisan saya, yang lebih banyak tidak jelasnya… Dan saya baru tahu kalau ada beberapa posting yang ternyata dishare ke Facebook. Thank you, that’s all I can say.

Rasanya seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga saat mengetahui My Opera akan ditutup. Dulu saya memang punya blog pribadi, self hosting, bekerja sama dengan seorang teman di Surabaya. Bertahan setahun dan tidak diperpanjang. Selain lumayan mahal, saya juga bermasalah dalam fokus membuat konten. Karena itu tagline blog saya di My Opera (dan juga disini) Random Uncategorized.

My story, my diary, my personal sense.
Itu modus operandi saya di semua blog yang saya buat. Hanya bercerita, menulis catatan harian, menceritakannya dari sudut pandang saya secara pribadi. A non profit blogging activity, it’s all just hobby. I just doing the thing I’d really like to do.

Kembali ke Facebook untuk menulis, seperti dulu sepanjang 2008-2011 akhir… Rasanya tidak. Sekalipun pengaturannya dibuat publik, saya selalu ingat apa kata teman saya yang sudah lama terjun dalam dunia web hosting. Siapa yang mau baca?! Singkat, menyakitkan tapi benar. Apa gunanya menulis catatan di Facebook…

Google+ bisa menjadi alternatif, lebih interaktif ketimbang Facebook untuk masalah diskusi dan berbagi. Mayoritas berbagi info atau artikel, bukan ‘curhat’ ala Facebook yang 1-2 kalimat, kadang tidak jelas apa maksudnya. Saya pernah mencoba, cukup menyenangkan. Meski dulu saya cuma posting melalui ponsel biasa, via Opera Mini saja.

Sekarang? Saya sudah berhasil mewujudkan idealisme pribadi saya mengenai sistem operasi mobile yang paling sesuai bagi saya. Android is the future, begitu yang sering saya tulis di Facebook sejak akhir 2010. Like I already know that Android will be so massive, and now it’s prooven. Saingan terberat Android dalam pemasaran cuma iOS milik Apple; iPhone dan iPad, dan iPod Touch.

Forget it. Ini bukan soal fanatisme sistem operasi mobile. Saya cuma sedang berusaha memberi beberapa alternatif bagi diri saya sendiri. Bukan untuk siapa-siapa. Kemana saya harus pergi… Dimana, bagaimana dan kapan.

Saya sudah memulainya sejak kemarin lusa, mencoba menghidupkan lagi blog lama saya yang mati suri. Masih tetap blog gratisan, bukan self hosting… Dan tetap not money oriented. Tidak lebih dari hobi, mencari tempat untuk bisa bercerita, entah kepada siapa. Terserah saja… Saya tidak ambil pusing.

Know your mobile, maximaze it.
Dulu saya sering mengatakan ini dalam posting-posting saya soal gadget, ketika saya masih terlalu takut untuk menggunakan perangkat berbasis Android. Dan ya, faktanya, saya menikmati hidup saya dengan sebuah perangkat berbasis Android, yang saya fokuskan untuk keperluan download dan upload, cloud storage, streaming dan browsing. Dan sebagai sebuah telpon.

Satu-satunya game di ponsel saya cuma ‘Bejeweled Blitz’ yang harus dimainkan secara online, terintegrasi dengan Facebook. Lainnya? Tidak ada. Cuma ada beberapa aplikasi saja… DropBox, Drive, Photoshop Mobile, Aviary, Notepad, File Manager, Chrome, Opera Mini, dan WhatsApp sebagai satu-satunya aplikasi untuk chatting.

Kenapa hanya itu? Karena cuma itu kebutuhan saya. Dan, saya juga harus tahu diri seberapa kuat ponsel saya untuk menyimpan dan menjalankan aplikasi yang tidak saya perlukan. Tidak menggunakan BlackBerry Messenger? Sudah tidak. Kenapa? Bosan. Itu saja.

Setiap awal selalu memiliki akhir. Begitu juga kehidupan, termasuk blogging. Mortality is never exist in our real life, it’s just a story. Tapi hidup memang tidak terasa hidup tanpa ada yang kita suka. We named it as hobby. Dan ini hobi saya, menulis, apa saja, menceritakannya dari sudut pandang pribadi saya. Mengacu pada kata-kata Pramoedya Ananta Toer; tulis, tulis apa saja.

This is not goodbye, cause a farewell should be sweeter than this. But this is all I am, with my story, my random uncategorized point of view. My personal sense.

_____
Balikpapan, 8 November 2013, senja.
Silence, just coffee and smoke in my room.
Revisi 10 Maret 2014.

First published on my random uncategorized blogsite, My Opera.

*Replace You (song),
Track terakhir dalam album studio kelima Hoobastank, Fight or Flight (2012).

Originally made on built-in email app and sent to My Opera via Xperia™ smartphone from Sony®
Powered by sinyal kuat Indosat®

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s