Ketika Cinta Tidak Percaya

Rasa-rasanya,
Seperti semua tidak pernah terjadi.
Apa aku berhalusinasi?
Tapi aku yakin,
Kemarin aku tidak bermimpi.

Tahukah kamu,
Bahwasanya aku tidak pernah percaya dengan mimpi.

Rasa-rasanya,
Aku lebih suka menganggapnya cuma ilusi.
Halusinasi berlebihan,
Dari rasa sepi yang kadang tak terkendali.

Aku diam.
Aku selalu diam.
Sebelum,
Dan setelah semua terjadi.

Membekukan semua pertanyaanku,
Menggumpal lalu membuangnya jauh.
Semua pertanyaan pernah melintas,
Semua yang tentang kamu.

Tahukah kamu,
Bahwasanya aku tidak pernah percaya dengan mimpi.

Mimpi itu ilusi,
Halusinasi berlebihan dari rasa sepi tak terkendali.

Tahukah kamu,
Aku tidak pernah menemukan titik akhir pertanyaanku,
Semua yang tentang kamu.

Menggumpal lalu membeku,
Aku buang jauh.

Rasa-rasanya,
Aku memang tidak pernah mengenalmu.
Juga dengan perasaan cinta yang pernah hampir ada.
Tapi tidak pernah sempat ada.

Aku diam.
Selalu diam.
Karena aku terlalu pendiam,
Bahkan untuk sekedar bilang kalau aku tidak pernah percaya.

Mimpi itu cuma halusinasi berlebihan,
Dari rasa sepi yang kadang tidak terkendali.

_____
20 Maret 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s