Ngga Semua Orang Butuh (Banyak) Teman

image

Gimana rasanya dicuekin? Maksud hati baik, ngajak kenalan, basa basi ngajak ngobrol sambil nongkrong, eh dia ngga mau… Aneh? Ya, bagi banyak orang itu mungkin memang aneh. Seaneh ngga mau angkat telpon yang ngga berenti bunyi, atau sama anehnya waktu ngga mau bukain pintu buat teman yang gedor-gedor pintu depan.

“Maap… Saya lagi ngga mood.”
So this is my story, my personal sense, my own opinion. My personal thought.

Don’t be so serious lah…
Saya aja, sampe hampir setahun ditempat kerja saya sekarang, ngga satupun nomor telpon anak-anak di kantor saya ada di phonebook hape saya. Kecuali; nomornya manager dan owner. Nongkrong sama teman kerja pun belum pernah… Kenapa? Ya, suka-suka saya lah… Kerja ya kerja, nongkrong ya nongkrong.

Saya juga ngga tau kenapa. Aneh, iya. Tapi ya, mau gimana lagi… Kalo emang ngga ada perlunya, terus mau apa? Kan, ngga semua orang perlu, apalagi suka dengan basa basi. Kadang, yang ada malah jadi basi…

Kalo anda pernah atau sempat sedikit belajar Psikologi, terutama Teori Keperibadian, hal seperti itu mungkin jadi ngga aneh. Kolerik, Sanguin, Plegmatis, dan Melankolis. Setiap tipe keperibadian punya ciri dan karakter khas yang jadi kelebihan dan kekurangannya. Dan, ngga ada manusia yang cuma punya satu tipe keperibadian. Rata-rata kita punya dua, atau tiga tipe keperibadian.

Tapiii… Memang, selalu ada satu aja tipe keperibadian yang lebih dominan. Jarang banget ada yang bisa menyeimbangkan dua tipe keperibadian, atau lebih, didalam dirinya. Mungkin dengan latihan… Atau saat terdesak. Karena, waktu sedang terdesak, rata-rata orang bakal menunjukkan sifat aslinya tanpa dia sadari. Seperti serigala berbulu domba… Mbeeek… Auuu… Uuu… Mmmbeeekkk… Auuu…

Tapi, saya lebih suka dengan teori yang diberi judul DISC. Dominance, Influence, Stradiness, dan Compliance. Menurut saya, lebih detail dan lebih panjang lebar aja… Satu studi yang awalnya dibuat untuk kepentingan militer, dan lebih sering diaplikasikan dalam rekrutmen dunia kerja. Bukan berarti ngga ada gunanya kalo diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari… Karena DISC punya tiga grafik yang menjelaskan karakter seseorang saat dia sedang sendiri, dalam kehidupan sosial, dan saat sedang terdesak.

Kayaknya, penjelasan soal DISC ada banyak di internet… Tinggal Googling aja buat penjelasan lebih lanjutnya.

Dan, ketika seseorang lebih suka sendirian, ngga suka rame-rame, kita sering bilang kalo dia Melankolis. Dalam DISC, itu tipikal orang C, Compliance. Correctness. Banyakan orang seni, berjiwa seni, suka seni, atau yang bekerja dibidang seni. Emang, kalo pelukis mau melukis, dia butuh suasana seperti apa? Aneh aja kalo ada penulis yang bisa nulis sambil ngobrol, apalagi ditengah keramaian. Rada cuek, atau cuek banget. Itu udah karakter dasar mereka.

Jangan selalu percaya dengan teori keperibadian, apapun itu. Karena keperibadian seseorang ngga terjadi begitu aja. Ada banyak hal, banyak faktor yang mempengaruhi, atau bahkan bisa merubah. Faktor lingkungan, faktor pendidikan, usia, pengalaman masa lalu, visi misi kedepannya, dan banyak lagi. Teori keperibadian bukan patokan buat men-judge seseorang, tapi lebih untuk bisa mengenal, biar ngga sok kenal.

Ngga semua orang butuh banyak teman. Karakter C, dari DISC, dengan skor tinggi, cenderung ngga suka berteman dengan banyak orang. Logika mereka; ngapain gue punya banyak teman kalo ngga ada gunanya… Begitu. Buat tipikal orang seperti itu, mending dia jagain tiga orang teman dekatnya yang berserakan, ketimbang merhatiin seribu orang didekatnya yang ngaku-ngaku sebagai teman.

Maap, agak kasar… Tapi emang seperti itu. Perfeksionis, itu kalo banyak orang bilang. Sok, belagu, arogan, sombong… Kira-kira seperti itu. Tapi, tahukah anda… Mereka ngga bermaksud seperti itu. Mereka cuma ngga suka dengan segala sesuatu yang ngga pasti. Saya tau pasti, karena… Hahahaha… Jadi buka kartu. Iyalah, saya ngaku aja.

Saya ngga pernah suka nyimpan nomor-nomor telpon yang menurut saya ngga jelas, dan ngga penting, di phonebook hape saya. Biarpun itu nomor orang yang sehari-hari saya temui, hari-hari ngobrol. Padahal, kapasitas phonebook hape jaman sekarang banyakan udah unlimited… Dan saya juga ngga nyimpan daftar kontak di hape maupun SIM card, melainkan di akun online. Memudahkan kalo mau gonta ganti hape, ngga ribet sama pindahin nomor hape, ngga ada alasan nomor hilang gara-gara ganti hape atau hape hilang.

Saya juga ngga tau kenapa saya ngga suka nongkrong. Udah ngga suka nongkrong. Kalopun saya nongkrong, jarang banget rame-rame. Lebih sering dengan satu atau dua orang aja, yang itu-itu aja, ditempat yang itu-itu juga, pesannya menu yang itu-itu terus. Ngga bosan? Kadang… Makanya, kadang saya suka nongkrong atau jalan sendiri aja. Hahahahaha… Makin aneh.

Tapi buat saya, atau buat mereka yang berkarakter C, atau Melankolis, hal seperti itu biasa aja. Masuk kesebuah mall; ambil karcis parkir, parkir kendaraan sedekat mungkin dengan pintu masuk, langsung menuju sasaran. Ngga pake menoleh. Ngga pake windows shopping. Mau beli celana, ya beli celana aja… Dapat ngga dapat, kalo udah selese, langsung pulang. Ngga ada istilah keliling kesana kemari, liat ini liat itu. Ngga ada urusan, goodbye.

Bagi mayoritas orang, itu emang aneh. Tapi ya, mau gimana lagi… Manusia itu kan custom, ngga mungkin sama antara satu dengan lainnya. Mau disamain? Yaaa… Kadang bisa, kadang ngga. Ngga semua orang suka mainstream, seperti koleksi banyak teman di akun media sosial, broadcast ini itu kesemua kontak di phonebook hapenya, segala macam aplikasi chatting dia pake, segala macam media sosial dia punya.

Kita mengenal istilah kuantitas dan kualitas. Buat yang gemar akan jumlah, kuantitas lebih cocok. Tapi buat yang lebih tertarik dengan rasa, kualitas bakal jadi pertimbangan. Seni itu soal rasa, bukan soal harga. Kalo ada pelukis jual lukisan ukuran 20R harga satu milyar, itu bukan soal jumlah dan harga. Itu soal rasa dan kualitas. Tapi, kadang emang absurd juga… Hahahaha…

Ya sud. Semoga hari anda menyenangkan. Ini cuma catatan harian, bukan sebuah studi, juga bukan sebuah analisa. It’s just my personal sense, my own opinion. May your days will be great!

_____
Balikpapan, 17 April 2014

Referensi:
Workshop dan handbook DISC. Workshop oleh ALESI (Authentic Learning System Indonesia) bekerjasama dengan Outstanding Resources Indonesia (http://outstandingindonesia.com), handbook disusun oleh tim dari ALESI.

*Ilustrasi gambar: properti pribadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s