Hujan Bulan Mei

Kadang kangen juga, meski bukan siapa-siapa. Perasaan aneh, yang jadi semakin aneh. Dibawah rintik gerimis, hujan bulan Mei. Siang yang mendung dan malam yang dingin. Apa aku harus bilang kalau aku merindukanmu? Seperti sebuah lagu cinta picisan mendayu-dayu, tentang cinta melulu.

Apa kabar? Selalu begitu pertanyaannya. Tentang apa, dan kenapa… Lupakan saja. Cuma perasaan biasa. Perasaan absurd fluktuatif temporer. Aku merindukanmu… Tatapan matamu, suaramu. Bukan belaianmu. Bukan. Aku merindukan gayamu, tingkahmu. Juga rindu dengan semua keisenganmu.

Hujan bulan Mei, mendung dan gerimis yang mengharu biru.

_____
24 Mei 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s