Tips Ngga Penting: Engine Break

Disclaimer: Tips ini ngga berlaku buat penggunaan sepeda motor transmisi otomatis atau matic. Cuma sekedar sharing, bisa diaplikasikan di penggunaan sepeda motor kopling manual maupun kopling otomatis. Tidak membutuhkan syarat pendidikan khusus maupun syarat administratif seperti di kelurahan. So this is my story, my personal sense, my own opinion.

Percakapan absurd dengan seorang teman di WhatsApp beberapa waktu lalu, juga diskusi yang agak memaksa dengan seorang sepupu beberapa waktu lalu, kami membahas kenapa lebih asik bawa sepeda motor kopling.

Perlu dicamkan baik-baik, kopling di sepeda motor itu ada 2 macam; manual dan otomatis. Kita lebih familiar menyebutnya motor laki atau motor besar (meski perempuan juga udah pada jago bawanya, dan bentuknya ngga melulu besar) dan motor bebek (meski udah cukup lama juga mengadopsi kopling manual, dipelopori Yamaha F1ZR).

Saya lebih suka motor kopling, karena menurut saya lebih aman. Kenapa? Ya, namanya juga pendapat pribadi, personal sense. Dan pasti, setiap orang bakal punya pendapat dan selera sendiri-sendiri. Seperti teman saya, mungkin… Yang kalau ditanya, lu lebih suka motor kopling atau matic, bakal dia jawab “Sori coy… Gue lebih suka mobil”. Saya sebenarnya juga suka naik mobil… Mobil angkutan umum. Ngga perlu cape nyetir, bisa melihat pemandangan dengan lebih santai.

Engine break atau bahasa slang sederhananya rem mesin. Mengurangi kecepatan atau laju kendaraan dengan memanfaatkan transmisi atau kopling. Saya rada bingung dengan kalimatnya… Semoga anda ngga mengalami gangguan penafsiran dalam membaca tulisan iseng ini.

Sederhananya, engine break merupakan pelengkap dari rem depan dan belakang. Hmmm… Kok jadi kayak pihak ketiga… Paling ngga, bisa jadi alternatif atau bahkan penyelamat disaat kampas rem depan atau belakang mulai menipis.

Prakteknya sederhana aja… Waktu kita mengendarai sepeda motor, mengurangi kecepatan dengan melepas grip gas ditambah rem depan dan belakang, disaat itulah kita bisa mempraktekkan engine break. Kurangi gas perlahan sambil tarik tuas rem depan, injak tuas rem belakang sedikit, turunkan persneling ke transmisi rendah secara perlahan dan bertahap. Tapi jangan sampai netral, karena justru berbahaya.

Engine break merupakan hal yang sangat familiar di road race. Dalam balapan seperti ini, penggunaan rem kadang malah diminimalisir, dengan konsekuensi suara mesin menjerit sekeras-kerasnya. Dalam penggunaan sehari-hari, kita ngga perlu seekstrim itu. Cukup seperlunya, dengan komposisi seimbang.

Kenapa engine break? Karena rem depan dan belakang aja ngga cukup. Penggunaan salah satu rem aja juga bahaya. Ibarat kehidupan sosial di dunia, engine break itu seperti PBB yang jadi penengah. Lagian, posisinya memang pas ditengah sepeda motor.

Tapi, ya… Butuh keahlian dan latihan untuk mahir menggunakan engine break. Karena kalau salah-salah, mesin yang rontok atau gir didalamnya aus dengan cepat. Gunakan dengan bijak, gunakan seperlunya.

Kenapa saya menulis ini? Karena sekarang saya tinggal di Balikpapan, kota dengan jalan-jalannya yang berkontur naik turun dan meliuk-liuk. Tanjakan dan turunan curam yang berlanjut dengan tikungan tajam, seringnya kecelakaan karena rem blong. Tapi alasan itu aja ngga cukup, karena keselamatan di jalan lebih ditentukan oleh kewaspadaan ketimbang modis ngga modisnya kendaraan itu.

Kalo kita ngga siap, mau secanggih apapun sistem pengereman kendaraan kita, tetap aja kita ngga bisa kontrol. Innsting dan refleks, karena semua terjadi dengan lebih cepat saat kita mengendarai sepeda motor atau mobil. Play safe, drive with responsibility.

Selamat hari Selasa di minggu terakhir bulan Agustus. Cuaca di Balikpapan lagi sejuk-sejuknya… Semoga lekas sembuh buat yang sedang sakit. Apaaaaa cobaaa… Wkwkwkwk…

_____
Balikpapan, 26 Agustus 2014.
Senja, didepan pesawat TV yang mati suri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s