Jangan Terlalu Berharap

Sebagai anak pertama, saya ngga pernah minta dilahirkan sebagai anak pertama. Mungkin kamu juga. Seorang teman bilang, itu pikiran yang egois. Yaaa… Emang, apa ada manusia yang ngga egois? Bukannya kita semua egois? Cuma, karena kita manusia yang konon lebih cerdas dari mahkluk lain, jadinya kita lebih bisa memutarbalikan fakta dan memanipulasi keadaan. Membenarkan yang salah, menyalahkan yang benar. But it’s okay, karena tiap orang bebas berpendapat selama itu ngga melanggar hukum.

Teman dekat saya bilang, kita memang ngga bisa berharap sama orang lain. That’s true. Meski kadang saya berharap sama teman saya itu, and it’s absolutely true. Tapi dalam batas wajar, sebagai seorang teman. So, apa sih gunanya teman? Ya, kalo kita butuh teman. Karena seindividualisnya seseorang, tetap aja dia butuh teman. Emang sih… Orang individualis itu ngga butuh banyak teman. Tapi toh, tetap aja kita butuh teman. Paling ngga, teman buat sharing berbagi cerita.

Terus, kalo ngga ada yang bisa kita harapkan, kita mau berharap sama siapa? Nothing but you. Saya lupa siapa yang awalnya bilang… Ngga ada yang bisa menyelamatkan diri kita, kecuali kita sendiri. Dan saya setuju. So, bukan berarti kita ngga boleh berharap sama orang lain. Cuma, kita perlu sadar… Apa orang itu bisa diharapkan. Dan lebih penting lagi; pantas atau ngga kita menaruh harapan ke orang tersebut. Karena ada kalanya kita naruh harapan terlalu tinggi di orang yang salah. What an absolute mistake, apalagi kalo ujung-ujungnya kita malah nyalahin orang tersebut karena ngga bisa memenuhi harapan kita.

Hmmm… Emang kamu siapa? Emang kamu bisa kasih apa? Itu hal sepele. Ketika kita berharap sama orang lain, kita harus tau siapa kita dan siapa dia. Jangan cuma maunya berharap, tapi kita bisa kasih apa ke orang yang kita harapkan itu. Ngga melulu soal duit. Karena hidup ngga selalu soal duit, dan ada hal-hal tertentu yang ngga bisa dibeli pake duit. Mungkin salah satunya loyalitas, juga totalitas. Kecuali, fake loyality and fake totality.

Kalo orang itu ngga bisa diharapkan, bakal lebih bijak kalo kita ngga memaksakan kehendak buat berharap. Kenapa ngga kita lakuin sendiri? Kenapa ngga kamu aja yang kerjain? Kenapa harus ngarepin orang lain yang ngerjain? Kenapa ngga kamu aja yang inisiatif nyelesein? Kenapa harus nunggu? Kenapa kamu begitu… Begitu malasnya, sampe-sampe buat diri sendiri pun berharap sama orang lain. What a shame…

Tapi, sebagian orang, tanpa sadar dan tanpa operasi, mungkin memang ngga punya urat malu. Bahasa sederhananya; ngga tau diri. Ngga tau diri dalam hal-hal tertentu. Seperti peribahasa lama, dikasih hati minta jantung. Atau kalo di KFC, beli paketan dapatnya paha tapi mintanya dada. Saya juga pernah seperti itu… Sampe saya akhirnya tau kalo saya berharap sama orang yang salah. Terus saya dapat apa? Ngga ada, kecuali cuma bisa marah dan berusaha menyalahkan orang yang dasarnya ngga perlu diharapkan. But it was, and I’m not going to repeat the same stupidity.

Hidup ini terlalu kompleks buat dimengerti. Jangankan mengerti orang lain… Kadang, buat mengerti diri kita sendiri pun kita ngga bisa. Apa yang kita mau, apa yang kita perlukan, apa yang harus kita lakukan… Atau hal paling sepele; siapa kita. Ngga perlu muluk-muluk bikin rencana mau nolong orang lain. Kenapa ngga diri kita sendiri aja dulu yang kita tolongin? Karena mayoritas manusia terlahir sebagai mahkluk sosial yang punya kepedulian tinggi sama orang lain. Tapi, belum tentu dia peduli sama dirinya sendiri. Karena itu kita jadi sering berharap sama orang lain.

Bukan berarti kita ngga boleh berharap. Kita cuma perlu tau; apa dan siapa yang kita harapkan. Dan kita juga perlu tau diri; kenapa kita sampe perlu berharap. Dan kita perlu ngaca… Apakah kita juga bisa diharapkan? Jangan maunya cuma ngarepin orang lain, tapi kita sendiri do nothing. No one can help yourself but you.

__________
Balikpapan, 12 Juli 2015

Advertisements

One thought on “Jangan Terlalu Berharap

  1. berawal dari googling gift box dan berlanjut hampir 5 jam saya membaca tulisan2 anda.. sangat menarik…dan menarik..
    Avrina,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s