Kurang S, Kurang…

Berapa banyak teman yang kamu punya? Ini pertanyaan sepele banget, tapi bisa jadi nyesek banget buat beberapa orang dengan tipe keperibadian tertentu. Satu, dua, tiga… Siapa lagi? Untuk orang tipe S dan I, berapa banyak teman itu hal yang penting. Tapi untuk orang tipe D dan C, hal itu mungkin ngga gitu penting. Karena buat karakter D; siapa yang bisa saya jadikan teman, dan buat tipe C; siapa yang bisa saya anggap teman, itu yang paling penting. Karena C dan D memang ngga S, juga bukan I.

Mungkin kamu bertanya, sengaja atau ngga, kenapa D milih teman; dengan pertanyaan siapa yang bisa dijadikan teman. Karena D orientasinya hasil. Profit, dalam arti luas. Makanya, dia harus punya kemampuan buat milih siapa yang bakal dijadikan temannya. Cuma orang-orang yang bisa bantuin orang D mencapai tujuannya yang bakal dianggap teman. Sadis? Ngga. Bukan berarti dia ngga mau berteman sama semua jenis orang. Dia cuma lebih suka dekat sama yang visi misinya sama.

Sedangkan C, dia juga milih. Kalo kamu suka mengacaukan, bakal bikin berantakan, ngga bisa jalan sesuai aturan, orang C bakal mikir sekian trilyun kali buat dekat-dekat. Nobody’s perfect, tapi buat orang C, sadar ngga sadar, mereka ngga bisa hidup tanpa sesuatu yang ngga perfect. Meski kadang dia sendiri malah ngga bisa perfect… #Eh.

Orang C dan orang D itu kadang emang kelewatan… Satu yang pasti, hubungan sosial ngga jadi prioritas mereka. Itu kalo orangnya C akut atau D tulen, yang hampir ngga punya kadar S dan atau I dalam dirinya. Tapi yang seperti itu jarang, atau bahkan ngga ada. Semoga aja ngga ada… Karena bahaya. Ngga bakal punya perasaan kemanusiaan. Sebodo amat… Kalo gue ngga diuntungkan, ngapain gue ikutan? Itu kalo D. Ngapain gue bantuin kalo dia ngga ngerti aturan… Ini pikiran orang C.

Apakah kamu D, I, S, atau C? DISC bukan bawaan orok yang permanen dan ngga bisa dirubah. It’s up to you, tergantung kebutuhan. Siapa kamu, dimana kamu, dan apa yang harus dilakuin. Tapi kadang ada beberapa orang yang dengan kesengajaannya milih… Saya ngga mau jadi orang S karena sering dimintain tolong dan ngga dapat apa-apa… Itu udah jadi modal dasar buat migrasi karakter dari S ke D. Atau; gadget ini emang lagi tren, dan banyak teman gue yang akhirnya make karena gue komporin, tapi kayaknya ada yang kurang… Ini orang I yang tanpa sadar mulai jadi C.

Buat orang berkarakter D, hubungan sosial itu bukan hal yang esensial. Buat dia, useless punya banyak teman kalo prakteknya itu ngga bisa bikin dia dapatkan apa yang dia mau, atau mungkin malah memperlambat progresnya. Sedang buat orang C, jumlah teman itu ngga penting… Yang penting kamu ada, ngga peduli dimana aja, selama kamu bisa dipercaya dan ngga mengacaukan apa yang udah diatur dengan sempurna. Karena mereka memang begitu… Kurang S, kurang bisa berSOSIALISASI.

Tapi bukan berarti mereka ngga bagus… Kalo ngga ada orang D, orang-orang bakal seenak jidat karena ngga ada yang ngatur. Dan kalo ngga ada orang C, semua juga bakal seenaknya karena ngga ada yang kontrol kualitas. D for dominance, power, strong, passion. C for compliance; correctness, perfection. D is direct, C is consist.

__________
Balikpapan, 16 Juli 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s