The Loneliner: Djakarta Batavia

Ngga ada yang bilang kalo hidup di Jakarta itu bisa santai kayak hidup di daerah. Hais… Daerah. Istilah yang lumayan sering dipake orang Jakarta, atau yang  hidup di Jakarta, untuk menyebut mereka yang ngga hidup di Jakarta. Seperti tadi pagi waktu kabur keluar ruangan buat isi botol air minum dan merokok, atasan saya sempat bilang, “Ya emang sih… Kalo di daerah orangnya dikit, susah mau ambil keputusan sendiri”. So, apa dengan di Jakarta lantas kita bisa dengan mudah bikin dan ambil keputusan sendiri?

Ngga berasa, udah sebulan lebih saya disini. I mean, I don’t really feel where I am but what I need to do. Dari yang cuma anak kampung, kerja di kantor cabang, dan anak baru pula… Tiba-tiba seseorang minta kamu datang, merekomendasikan biar kamu ngga lagi di daerah yang gitu-gitu aja, segitu-segitu aja, begitu-begitu aja. Siapa yang ngga mau? Semua juga mau… Semua? Mungkin.

Dan ngga ada yang bilang kalo Jakarta itu kota yang ramah tamah dan bakal kasihan, lalu peduli dengan penderitaan setiap orang. In a rush, karena semua bergerak cepat. Kita ngga bisa mengharapkan siapa-siapa, karena ngga ada satupun orang yang bakal bisa nolong kita, kecuali diri kita sendiri. Djakarta Batavia, memang begitu adanya.

Iya sih… Baru sebulan lebih. Meski memang diundang datang, I never ask them. Dan saya ngga tau kenapa… Kenapa saya ngga minta tolong sama mereka… Eh, cariin tiket dong! Cariin gue tempat tinggal dong, sediain gue kendaraan dong, ini lah, itu lah… Jemput gue di Sutta dong, anterin gue kesono dong… I never ask for that, things I don’t need to ask.

Beberapa teman nanya; “Lu lebih suka disini atau disana?”. Itu pertanyaan yang mudah, sekaligus sulit untuk dijawab. Mudah, karena pada dasarnya saya hampir ngga peduli saya ada dimana. Sulit, karena saya ngga pernah tau apa kamu bisa dipercaya atau ngga. Do you ever see me complain about how can I live here with all these condition? Did I ever ask you to come?

Kalo kamu terbiasa melakukan hampir semua hal sendirian, ngga akan ada masalah ketika kamu harus tinggal dimana aja, dengan kondisi seperti apapun. So do I now. When you can not trust people around you, the only thing you must to do is trust yourself that you can do everything. Believe that only you can do that.

__________
Sevel, Mampang Prapatan
Selatan Jakarta
Friday, 09 October 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s