Random diary 20161209-01

Ada banyak hal yang buat gue sangat menarik dari trilogi film The Godfather. Tapi, seperti pendapat mayoritas penikmatnya, gue juga setuju kalo bagian ketiga film itu ngga menarik. Kesannya dipaksain. But it’s okay, sebagai sebuah hiburan.

Banyak kalimat-kalimat bagus, yang kita sebagai quotes, baik di film maupun bukunya. Kalimat-kalimat statement, fenomenal dan self-esteem. I’ll make an offer that he can not refuse, itu salah satu yang paling banyak bertebaran di internet kalo kita cari quotes soal Godfather. Tapi, sesungguhnya ada terlalu banyak kata-kata bagus dari Mario Puzo disana, yang representasikan lewat Don Vito Corleone.

Yep, soal kata-kata bijak, Don Vito porsinya lebih banyak ketimbang Michael. Dan kalo udah begini, bagian pertama yang paling bagus…

I spent my whole life not to be careless. Men can not be careless, but women and children can.

Kita, laki-laki, apa benar kita ngga peduli? mungkin kita ngga pernah, atau mungkin ngga bisa ngomongnya. But we did. Seperti almarhum bokap gue, yang dalam diamnya ternyata sangat peduli dengan gue, yang justru baru gue sadari setelah beliau ngga ada.

The Godfather ngajarin gue gimana cara berterima kasih, baik kepada orang yang udah sangat menolong hidup gue, maupun ke orang-orang yang jadi musuh gue. Film dan buku itu ngajarin gue apa arti sebuah loyalitas, dan gimana harusnya gue mempertahankan orang-orang yang berjasa dalam hidup gue.

If you have no sense what is honor, you shouldn’t ask for a service from other.

Djakarta, 9 Desember 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s