It’s not what it seem, but it is

Kapan terakhir kali gue nulis, gue lupa… Selain checklist dan to-do-list kerjaan yang sering kelewat dan akhirnya cuma menuhin buku tulis. I am a writer; I always keep on my mind that I am a writer, and everything I writed before, one day will be actually happen. Seperti sekarang; gue ngga pernah mimpi bakal disini. I made this plan years ago, through my writing.

Sebagian orang, seperti gue, gak percaya dengan tahyul. Mistis, segala macam hal berbau magis. Sebaliknya; ada juga yang ngga percaya dengan segala sesuatu yang terbuktikan. Teknologi, ilmu pengetahun. Masbro, mbaksis, dan saudara-saudara sebangsa tanah dan sebagsa air… Gue ngga mendewakan teknologi, tapi gue percaya jika teknologi diciptakan untuk memudahkan. Bukan justru mempersulit.

Tepat di bulan April 2013, 4 tahun lalu, gue pernah nulis kalo one day I’ll live in a big individualist city, with no holiday, work in a national-scale company. Dan tentu aja, gue juga nulis berapa hal yang pengen gue dapat, dan apa aja yang harus dapat. And it’s happen, so here I am. Meski mungkin banyak yang gak percaya… Karena awalnya gue juga gak percaya, sebelum gue tau apa itu Graphology dan Fingerprint Analysist.

Itu hal yang buat gue cukup ilmiah dan logis untuk dipercaya. Karena setiap individu diciptakan berbeda-beda, gak ada yang sama 100%. Sidik jari, iris mata… Karena itu mereka menciptakan teknologi keamanan berbasis keunikan individu itu. See… Ponsel sejak sekitar 2 tahun lalu mulai menanamkan teknologi sensor sidik jari, bahkan sebelumnya pun eye-motion sensor juga udah ada buat mengontrol layar ponsel.

Gue bukan orang sibuk. Tapi gue juga bukan orang yang punya banyak waktu. Karena itu akhirnya gue mutusin buat ninggalin Facebook, Twitter, Path, Instagram, Foursquare dan Swarm, serta beberapa sosial media lainnya. Bahkan gue juga udah gak aktif di Google+ yang sempat gue banggain. My last login was in November, last year. Dan maaf… Ternyata gue lebih bahagia hidup tanpa sosial media.

You wont find me online anymore but my Google profile and my uncategorize blogsites. Karena gue tau banget, gue gak bisa menjadi teman yang baik buat mereka dan kalian di dunia seperti itu… Gue yang gak peduli dengan segala komen dan mention, gak peduli dengan rating dan follower. If I can not be your virtual bestfriend, at least I’ll try to be your honest enemy.

Setengah tahun yang berjalan cepat… Sejak bos gue cabut, dan secara pekerjaan gue gantiin dia. How can I have time to watch you while I must run my own duty aside that side job… Gue bahkan udah gak nongkrong di warung langganan gue sepulang kerja. Udah gak bisa main ke PIM abis pulang kerja kayak dulu. Gak bisa kabur ke PenVill kalo bosan di kantor. Bahkan gak sempat buat nongkrong di Sarinah kalo abis selesai kerjaan dari tempat klien. It’s not what it seem but it is.

Oiya… Judul tulisan ini gue comot dari penggalan kalimat di lagunya JET, Timothy. Sebuah lagu yang bercerita tentang seorang pemuda bernama Timothy, yang udah gak ada dan justru diingat ketika dia udah gak ada,  She was cried in the kitchen to let you go… Missed your photo, missed your birthday too.

Banyak yang bilang dan nganggap gue perfeksionis. No, they’re wrong. I’m not a perfectionist… I just love everything to be correct and fast. Like mistake is unforgivable. They said that I don’t care… Perhaps. They never see that I’m there to be a part of them, but sorry if I know the story. Even before it is happen.

Bos gue yang sekarang, bos dari bos gue yang dulu, selalu ngingetin gue; persoalannya bukan lu bisa atau ngga, tapi soal lu berani atau ngga, lu mau atau ngga. Itu sama seperti apa yang diajarkan bos-bos dan trainer-trainer gue sebelumnya… Pada dasarnya kita semua bisa. Cuma; apakah kita mau, atau ngga. This is what I take.

So, karena di kota metropolis yang egois ini gue cuma sendiri, gue membuat pilihan untuk diri gue sendiri bahwa gue gak perlu bikin banyak pilihan. Take it or leave it, take it with all the risk. So, here I am; di satu tempat dimana gue pernah menulis sebuah cerita tentang diri gue sendiri, 4 tahun lalu. I am my future writer.

When you have no one to trust, the only person and thing you must to trust is you. No one can help yourself but you.

__________

Selatan Jakarta, setelah hujan

Di hari dan tanggal yang terlupakan, April 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s